TEMPULING – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Indragiri Hilir, Katerina Susanti, menegaskan pentingnya penguatan peran Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Sosialisasi 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu di Aula Kantor Camat Tempuling, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti Tim Pembina Posyandu tingkat kecamatan, desa dan kelurahan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas kader serta memperkuat implementasi transformasi Posyandu di daerah.
Dalam arahannya, Katerina Susanti mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperdalam pemahaman mengenai peran Posyandu yang kini semakin luas dan strategis dalam mendukung pelayanan dasar masyarakat.
“Posyandu saat ini tidak lagi hanya fokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi telah berkembang menjadi lembaga kemasyarakatan desa yang berperan mendukung berbagai sektor pelayanan dasar masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, transformasi Posyandu saat ini mencakup dukungan terhadap enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, hingga bidang sosial.
Menurut Katerina, perubahan tersebut menuntut seluruh kader dan tim pembina Posyandu untuk memahami tugas serta fungsi baru secara menyeluruh agar pelayanan yang diberikan semakin optimal.
“Posyandu memiliki posisi strategis karena menjadi garda terdepan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Karena itu, pemahaman terhadap tugas dan fungsi harus diperkuat agar program yang dijalankan benar-benar memberi dampak nyata,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan implementasi enam bidang pelayanan dasar tersebut.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, hingga berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menghadirkan pelayanan yang berkualitas dan mudah dijangkau masyarakat.
Kegiatan sosialisasi turut dihadiri unsur pemerintah kecamatan, perangkat desa dan kelurahan, kader Posyandu, tenaga kesehatan, serta berbagai pihak terkait lainnya sebagai bentuk komitmen bersama memperkuat pelayanan masyarakat dari tingkat akar rumput.
