TEMBILAHAN - Di halaman Polres Indragiri Hilir, Jalan Gajah Mada, Selasa (14/4/2026), gema kebersamaan berkumandang. Sekitar 50 organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan se-Kabupaten Indragiri Hilir berdiri satu barisan dalam Apel Sabuk Kamtibmas bersama Polres Inhil.
Langit Tembilahan menjadi saksi ketika pemuda-pemudi Negeri Seribu Parit mengikrarkan janji: menjaga tanah kelahiran tetap aman, damai, dan bermartabat. Apel ini bukan sekadar seremoni, melainkan panggilan jiwa untuk merawat Indonesia dari beranda paling depan.
Dewan Pimpinan Daerah KNPI Kabupaten Indragiri Hilir hadir dengan langkah tegap dan hati yang bergetar cinta pada tanah air. Bagi mereka, keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas seragam cokelat, tetapi amanah seluruh anak bangsa.
Ketua DPD KNPI Inhil, Mahmudin, SPi menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang dalam kepada Kapolres Inhil atas terselenggaranya Sabuk Kamtibmas. Di matanya, kegiatan ini adalah jembatan emas yang menyatukan polisi dan pemuda dalam satu tarikan napas pengabdian.
"Kami dari KNPI Kabupaten Indragiri Hilir sangat mengapresiasi inisiatif Polres Inhil yang telah menyelenggarakan Apel Sabuk Kamtibmas ini sebagai wadah memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antara kepolisian dengan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan. Ini merupakan langkah nyata dalam membangun kebersamaan menjaga situasi daerah tetap aman, tertib, dan kondusif," tutur Mahmudin dengan suara penuh ketulusan.
Ia menegaskan, KNPI Inhil tidak akan berpangku tangan.
Pemuda harus berdiri di garda terdepan, menjadi suluh di tengah gelap, menjadi penyejuk di tengah bara. Stabilitas daerah adalah harga mati yang harus dijaga bersama.
"KNPI Inhil siap bersinergi bersama Polres Inhil dalam menjaga stabilitas keamanan daerah serta mengajak seluruh pemuda agar menjadi bagian dari solusi dalam menciptakan lingkungan yang damai dan harmonis," tegasnya.
Sebagai penanda janji yang takkan lekang oleh waktu, seluruh perwakilan organisasi membubuhkan tanda tangan pada komitmen Apel Sabuk Kamtibmas. Tinta itu menjadi sumpah, bahwa Inhil harus tetap teduh untuk anak cucu.
Dari Gajah Mada, embusan semangat kebangsaan itu mengalir ke seluruh pelosok Inhil. Bahwa menjaga negeri ini adalah ibadah, bahwa merawat persatuan adalah jihad kita hari ini.(*)