TEMBILAHAN — Bupati Indragiri Hilir, Herman, melalui Staf Ahli Bupati TM Syaifullah menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025. Rakor yang digelar di E-Bilik Diskominfopers Tembilahan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, pada Senin (8/12/2025).
Dalam arahannya, Sekjen Tomsi Tohir menekankan pentingnya kelengkapan data infrastruktur sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas harga. Ia mengungkapkan bahwa:
- 57 kabupaten/kota belum menyampaikan atau masih membutuhkan konfirmasi terkait usulan pembangunan jembatan.
- 20 kabupaten/kota tidak mengajukan usulan sama sekali.
Inventarisasi ini mencakup pembangunan jembatan penyeberangan, sarana pendidikan, hingga fasilitas publik lainnya yang berperan memperlancar distribusi pangan dan mobilitas masyarakat. Selain itu, pemerintah daerah juga diminta memperkuat dukungan terhadap Program Nasional 3 Juta Rumah, melalui penyediaan lahan dan percepatan proses perizinan.
Sementara itu, Deputi Bidang Statistik BPS, Pudji Ismartini, melaporkan bahwa inflasi nasional hingga November 2025 berada pada posisi stabil, yakni 2,21 persen. Komoditas pangan segar seperti cabai, beras, dan daging ayam ras masih menjadi penyumbang inflasi terbesar.
BPS juga mencatat bahwa Provinsi Riau mengalami inflasi year-to-date sebesar 3,56 persen per November 2025, terutama dipicu oleh kenaikan harga cabai merah, cabai rawit, dan daging ayam ras.
Pada Indeks Perkembangan Harga (IPH) Minggu I Desember 2025, Kabupaten Bengkalis menjadi daerah dengan kenaikan IPH tertinggi di Provinsi Riau. Komoditas yang dominan mendorong kenaikan tersebut meliputi cabai merah, cabai rawit, dan daging ayam ras.
Kenaikan IPH di Bengkalis tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan tekanan harga di tingkat provinsi.