Kandarani Warga Inhil Terima Kaki Palsu dari Kemensos

Sabtu, 05 September 2026 | 15:52:38 WIB

TEMBILAHAN - Sebuah bantuan terkadang bukan sekadar benda. Bagi Kandarani, warga Desa Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), bantuan kaki palsu dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI menjadi bagian dari harapan untuk kembali menjalani aktivitas dengan lebih mandiri.

Kaki palsu tersebut diserahkan kepada Kandarani pada Kamis (3/9/2026) di Sentra Abiseka Pekanbaru. Bantuan itu diajukan lewat Dinas Sosial P3A (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Kabupaten Indragiri Hilir dan selanjutnya diproses melalui Kementerian Sosial RI di Sentra Abiseka Pekanbaru.

Setelah menerima bantuan tersebut, Kandarani menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan bantuan tersebut.

Ucapan terima kasih terutama disampaikan kepada Kementerian Sosial RI yang telah memberikan bantuan kaki palsu serta perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan alat bantu untuk mendukung aktivitas dan kemandirian.

Rasa terima kasih yang sama juga disampaikan kepada Dinas Sosial P3A (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Kabupaten Indragiri Hilir yang telah memfasilitasi proses pengajuan bantuan tersebut hingga akhirnya dapat diterima.

Bagi Kandarani, bantuan itu memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar sebuah alat bantu. Di balik kaki palsu tersebut ada perhatian, kepedulian, dan harapan bahwa dirinya tetap memiliki kesempatan untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Berawal dari Usulan hingga Pengukuran

Pendamping Sosial Kecamatan Batang Tuaka, Bapadhal, S.Pd.I, menjelaskan bahwa proses mendapatkan bantuan kaki palsu tersebut diawali dari pengusulan melalui Dinas Sosial P3A Kabupaten Indragiri Hilir kepada Kementerian Sosial RI melalui Sentra Abiseka Pekanbaru.

"Usulan bantuan ini disampaikan lewat Dinas Sosial Kabupaten Indragiri Hilir untuk diteruskan kepada Kementerian Sosial RI melalui Sentra Abiseka Pekanbaru," ujar Bapadhal saat dihubungi, Jumat (4/9/2026).

Selang beberapa lama Setelah usulan diproses, Kandarani kemudian diundang ke Pekanbaru untuk menjalani pengukuran. Tahapan tersebut dilakukan agar kaki palsu yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat.

Menurut Bapadhal, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi Kandarani, terutama dalam mendukung mobilitas, aktivitas sehari-hari, dan kemandiriannya.

Terima Kasih yang Tak Sekadar Kata

Bantuan yang diterima Kandarani juga menjadi pengingat bahwa kepedulian pemerintah dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan dukungan untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Melalui bantuan tersebut, Kandarani menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Kementerian Sosial RI dan Dinas Sosial P3A Kabupaten Indragiri Hilir.

Baginya, perhatian yang diberikan bukan hanya membantu secara fisik, tetapi juga menghadirkan kembali rasa percaya diri dan semangat untuk menjalani hari-hari ke depan.

"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Sosial RI dan Dinas Sosial P3A Kabupaten Indragiri Hilir. Bantuan ini sangat berarti bagi saya. Semoga kebaikan dan perhatian yang diberikan kepada saya menjadi amal dan membawa keberkahan bagi semua pihak yang telah membantu," ungkap Kandarani.

Bapadhal turut menyampaikan apresiasi kepada Kemensos RI dan Dinas Sosial P3A Kabupaten Indragiri Hilir atas sinergi dan pelayanan yang telah diberikan.

"Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi Kandarani dan dapat menjadi penyemangat untuk kembali beraktivitas. Terima kasih kepada Kemensos RI dan Dinas Sosial P3A Kabupaten Indragiri Hilir yang telah memberikan perhatian serta memfasilitasi bantuan ini," ujarnya.

Bantuan kaki palsu tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan sosial yang diharapkan dapat membantu penerima manfaat meningkatkan mobilitas dan kemandirian.

Bagi Kandarani, Kamis (3/9/2026) bukan sekadar hari ketika sebuah bantuan diserahkan. Hari itu menjadi momentum tumbuhnya kembali harapan—bahwa di tengah keterbatasan, masih ada tangan-tangan yang peduli dan membuka jalan untuk melangkah lebih jauh.

Terkini