INHIL– Suasana haru dan khidmat menyelimuti halaman Masjid Agung Al-Huda Tembilahan, Minggu (3/5/2026), saat Wakil Bupati Indragiri Hilir, Yuliantini, bersama unsur Forkopimda secara resmi melepas keberangkatan jamaah calon haji Kloter 11 keberangkatan kedua tahun 1447 H/2026 M.
Sebanyak 173 jamaah calon haji asal Indragiri Hilir diberangkatkan menuju Tanah Suci dalam sebuah prosesi yang sarat makna spiritual. Di hadapan para jamaah, tokoh agama, serta undangan yang hadir, Wakil Bupati menyampaikan rasa syukur atas kesempatan mulia yang diberikan Allah SWT kepada para tamu-Nya.
Dalam sambutannya, Yuliantini menegaskan bahwa keberangkatan haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan panggilan suci yang penuh keberkahan. Ia mengingatkan bahwa kesempatan tersebut merupakan anugerah istimewa yang tidak semua orang dapatkan, sehingga harus disyukuri dan dijalani dengan penuh keikhlasan.
“Perjalanan ini adalah panggilan suci. Luruskan niat semata-mata karena Allah SWT, tinggalkan segala kepentingan duniawi, dan manfaatkan setiap waktu untuk beribadah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yuliantini juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan, kedisiplinan, serta mematuhi seluruh aturan selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, haji yang mabrur tidak hanya tercermin dari ibadah selama di sana, tetapi juga dari perubahan sikap dan akhlak setelah kembali ke tanah air.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Semoga segala upaya yang dilakukan bernilai ibadah di sisi Allah SWT,” tambahnya.
Wakil Bupati berharap seluruh jamaah diberikan kesehatan, kekuatan, serta keselamatan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji, hingga kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.
keberangkatan jamaah calon haji Kloter 11 Kabupaten Indragiri Hilir pun secara resmi dilepas. Lambaian tangan keluarga yang ditinggalkan berpadu dengan doa yang mengiringi langkah para jamaah menuju Baitullah—menjadi saksi betapa perjalanan ini bukan hanya tentang jarak, tetapi tentang iman, harapan, dan pengabdian kepada Sang Pencipta.