Bupati Inhil Bahas Hilirisasi Kelapa dan Optimalisasi Pelabuhan Parit 21

Jumat, 19 Desember 2025 | 10:59:25 WIB

TEMBILAHAN — Memandang urgensi pengembangan komoditas kelapa sebagai penggerak utama ekonomi daerah, Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H. Herman, menggelar pertemuan dengan para pengusaha, pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, serta unsur Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan dan pihak berwenang lainnya.

Pertemuan yang berlangsung pada Kamis (18/12/2025) siang di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Indragiri Hilir tersebut membahas potensi serta sistem perdagangan kelapa dalam rangka menyukseskan program hilirisasi kelapa melalui pemanfaatan Pelabuhan Parit 21 Tembilahan.

Dalam pertemuan itu, Bupati juga membahas rencana pengadaan kontainer untuk mendukung logistik kelapa yang akan dikerjasamakan dengan PT Snepac. Perwakilan perusahaan tersebut turut hadir dan memaparkan konsep kerja sama yang ditawarkan.

“Saya berharap Pelabuhan Parit 21 dapat kita maksimalkan untuk kegiatan ekspor. Oleh karena itu, diskusi hari ini menjadi penting untuk melihat efektivitas penggunaan kontainer dalam memangkas jalur pengiriman, sekaligus menjaga kualitas produk,” ujar Bupati Herman
Perwakilan PT Snepac, Evan Sari, menyampaikan bahwa hasil survei yang telah dilakukan menunjukkan Pelabuhan Parit 21 sangat potensial untuk dioptimalkan sebagai pelabuhan ekspor.

“Skema yang kami tawarkan adalah memangkas jalur logistik. Dimulai dari perkebunan, kemudian langsung ke gudang Pelabuhan Parit 21, selanjutnya dilakukan saving container dan direct shipment atau pengiriman langsung ke konsumen akhir tanpa perantara,” jelas Evan Sari, yang juga merupakan putra daerah Indragiri Hilir.

Terkait pengadaan kontainer, Evan menambahkan bahwa PT Snepac memiliki kapal khusus yang mampu bermanuver di sungai dan dilengkapi crane, sehingga memudahkan proses bongkar muat dari kapal ke darat maupun sebaliknya.

“Dengan sistem kontainer, waktu logistik dapat dipangkas karena tidak perlu lagi melalui Jakarta sebelum ekspor ke luar negeri. Pengiriman bisa langsung dari Tembilahan ke Batam, kemudian ke Thailand, Malaysia, Cina, dan negara lainnya. Waktu pengiriman yang lebih singkat ini sangat berpengaruh terhadap kualitas produk agar tetap terjaga dan sesuai standar pasar internasional,” tambahnya.

Menanggapi paparan tersebut, pemerintah daerah dan para pengusaha yang hadir berharap adanya perbandingan biaya terkait penggunaan kontainer, yang akan dibahas lebih lanjut pada pertemuan berikutnya.

Selain itu, Bupati Herman juga menekankan pentingnya penyempurnaan dan integrasi data sektor perkelapaan. Menurutnya, data yang akurat dan terintegrasi akan memudahkan investor memahami potensi kelapa di Indragiri Hilir serta membantu pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran sesuai kondisi di lapangan.

Terkini